This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. Learn more

HOROR! TEMBUS TEROWONGAN KERETA API TEBING CADAS KUPITAN | Sawahlunto - Muaro Sijunjung

x

HOROR! TEMBUS TEROWONGAN KERETA API TEBING CADAS KUPITAN | Sawahlunto - Muaro Sijunjung

Terowongan Kupitan di dekat perbatasan Sawahlunto dg Kabupaten Muaro Sijunjung merupakan salah satu terowongan kereta api dengan pemandangan luar biasa. Mulut di sisi yg mengarah ke Sawahlunto menembus sisi tebing cadas vertikal setinggi sekitar 100 meter... Membayangkan dulu saat membangunnya harus dengan perhitungan sangat matang mengingat resiko runtuh dan longsornya tebing saat digali secara manual. Ditemani oleh Pepen saya mencoba menembus terowongan non aktif tersebut, yang tampaknya hendak diaktifkan lagi. Tak pelak... suasana horor pun menyelimuti.
I created this video with the YouTube Video Editor (

WOW SEREM! Tembus Terowongan KA Terpanjang Indonesia | WILHELMINA KALIPUCANG PANGANDARAN

Dimanakah terowongan kereta api terpanjang di Indonesia? Rekor itu sampai saat ini masih dipegang oleh Terowongan Wilhelmina yang memiliki panjang terowongan mencapai 1.208 meter. Terowongan Wilhelmina merupakan salah satu terowongan kereta api jurusan Banjar-Cijulang (82 km) yang melintasi Pangandaran.

Jalur Kereta Api ini mempunyai banyak jembatan dan 3 terowongan yakni Terowongan Hendrik (100 m), Terowongan Juliana (250 m), dan Terowongan Wilhelmina sebagai yang terpanjang. Terowongan ini menembus bukit kapur di bawah Desa Empak dan Bagolo di Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Terowongan Wilhelmina dibangun oleh perusahaan kereta api zaman Belanda, SS (Staats Spoorwegen) pada tahun 1914 dan mulai digunakan pada 1 Januari 1921. Nama Wilhelmina diambil dari nama seorang ratu dari Kerajaan Belanda yang memiliki nama lengkap Wilhelmina Helena Pauline Maria. Wilhelmina menjadi Ratu Kerajaan Belanda pada tahun 1890 hingga 1948.

Masyarakat setempat sering menyebut terowongan Wilhelmina dengan sebutan terowongan Sumber. Hingga pada 3 Pebruari 1981, dikarenakan matinya jalur kereta api Banjar-Cijulang maka mati pula terowongan ini dan tidak digunakan lagi. Alasannya adalah karena mahalnya biaya operasional dan sedikitnya pemasukan dari para penumpang kereta api di jalur itu.

Namun tahukah Anda sejarah menarik dan misterius dibalik pembangunan jalur kerata api ini?
Pembangunan terowongan Wilhelmina telah menyisakan kisah-kisah seru dan menyedihkan. Konon, pada tahun 1916, penggalian terowongan dan jembatan di daerah ini sempat terhenti karena tidak ada tenaga ahli yang mau bekerja di tempat ini.

Mereka beralasan selain medannya sulit, ada banyak pekerja yang meninggal karena tiba-tiba jatuh sakit. Namun, perusahaan kereta api Belanda terus berusaha menyelesaikan pembangunan jalur ini, sebab jalur ini sangat penting untuk mengangkut hasil bumi berupa kopra yang berlimpah di daerah tersebut.

Pembangunan jalur kereta api Banjar-Cijulang diusulkan oleh pihak swasta pada masa pemerintah Hindia Belanda. Terdapat berbagai argumentasi dan perdebatan tentang perlunya dibangun jalur kereta api ini. Latar belakang dari pengajuan pembangunan jalur kereta api tersebut yaitu kepentingan ekonomi. Di sekitar Banjar terdapat banyak perkebunan yang sangat memerlukan sarana transportasi memadai untuk proses pengangkutan. Semua perkebunan itu milik kalangan swasta dari Eropa.

Di samping itu, hasil pertanian yang melimpah di Priangan tenggara dan lembah Parigi merupakan pertimbangan lain di balik usul pembangunan jalur tersebut. Di kawasan itu banyak padi hasil panen petani yang sudah disimpan lebih dari enam tahun karena kesulitan dalam pengangkutan ke luar daerah. Ditambah lagi, di sepanjang jalur Banjar-Cijulang banyak tanah yang bisa dimanfaatkan sebagai sawah dan tegal.

Keberadaan jalur kereta api ini akhirnya menjadi tulang punggung sarana transportasi di wilayah Kabupaten Ciamis khususnya kawasan Banjar hingga Cijulang dan sekitarnya hingga dekade 1980-an.

Terowongan Wilhemina sangat lurus dan panjang. Dari ujung terowongan satu, kita bisa melihat ujung terowongan yang lain, berupa setitik cahaya. Saat berada di dalam terowongan yang gelap dan panjang, tak terbayangkan betapa beratnya pekerja memahat batuan keras sepanjang satu kilometer lebih ini.

Selain melewati terowongan, jalur ini juga melewati beberapa jembatan layang yang tinggi dan panjang, salah satunya jembatan Cikacepit. Jembatan ini juga menjadi mahakarya yang sangat mengagumkan. Jembatan seolah-olah menggantung di awang-awang.

Jembatan Cikacepit ini mempunyai panjang ±290 m dengan lebar 1.70 m dengan tinggi dari permukaan tanah sekitar 100 m tanpa pelindung di kiri-kanan jembatan. Pelindung untuk orang yang menyebrang justru adanya di bawah, sehingga orang harus meniti tangga lebih dulu.

Jalur ini dulu merupakan jalur yang sibuk. Panorama jalur ini sangat indah mulai dari pegunungan hingga laut. Setelah pada akhirnya ditutup, jalur ini sempat diperbaiki dan berberapa lokomotif seperti BB300 dan D301 sempat lewat jalur ini. Namun kemudian ditutup lagi saat krisis ekonomi yang melanda seluruh Asia. jalur dan bantalan yang baru pasang pun dibongkar.

Kini, kondisi terowongan ini sudah sangat memprihatinkan. Rel didalamnya sudah hilang, banyak rembesan air dan dipenuhi dengan rumput dan semak belukar. Padahal terowongan ini merupakan bukti sejarah yang seharusnya tetap terjaga. Selain menjadi bukti sejarah, terowongan ini juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat wisata sejarah.
x

YAH DISAMPERIN ULAR LAGI?! Abis Tembus 'Terowongan Idjo' Museum Transportasi TMII

Museum Transportasi TMII Jakarta memiliki 'terowongan' kereta api yang dinamakan Terowongan Idjo. Mungkin terinspirasi dengan terowongan yang ada di jalur selatan Jawa Tengah, Purwokerto-Yogyakarta, yang menyimpan sejarah panjang.
Di museum ini kabarnya banyak ular bersarang, salah satunya ada yang nyemperin saya saat saya beristirahat usai berjalan kaki menembus terowongan tersebut. Ada-ada aja ya...

JEJAK JEMBATAN KERETA API DI SUNGAI KAMPAR KIRI | Jalur KA Mati Pekanbaru - Muaro Sijunjung

Tidak mudah untuk menemukan lokasi bekas jembatan kereta api jalur Pekanbaru - Muaro Sijunjung yang kini sudah tak ada bekasnya. Salah satu jembatan besar yang dibangun saat itu dengan bahan dari kayu adalah yang melintasi sungai Kampar Kiri di Kabupaten Kampar Riau. Dengan sedikit petunjuk akhirnya lokasi yang diperkirakan tempat membentangnya jembatan tersebut ketemu juga.
x

EX-STASIUN KRANGGAN TEMANGGUNG | Cerita Tragedi Tiga Gerbong oleh Mbah Karim (100 thn)

Stasiun Kranggan yg terletak antara Secang dan Temanggung menyimpan cerita tragedi yg terjadi sekitar 70 thn silam. Seperti dikisahkan Mbah Karim, saksi hidup pensiunan pegawai stasiun yg skrg menghuni bangunan stasiun non aktif ini, rangkaian kereta api uap enam gerbong mengalami masalah saat melalui jalur Temanggung yg menanjak. Awak KA memutuskan utk melepas tiga gerbong. Karena jalurnya menurun, gerbong-gerbong yg dilepas tsb kemudian berjalan sendiri mengarah ke Stasiun Kranggan. Usaha utk menggandengnya kembali agar bs dikendalikan coba dilakukan berkali kali namun gagal. Tak pelak, tiga gerbong melaju liar dg kecepatan yg semakin meninggi. Setelah melaju melewati Jembatan Progo, Kranggan, gerbong-gerbong terguling, satu di antaranya tersuruk di emplasemen Stasiun Kranggan. Mbah Karim yg saat itu ikut mengevakuasi mengingat, setidaknya 12 orang tewas secara mengenaskan.

Mbah Karim juga menyinggung ttg roda kereta yg berada di Jembatan Progo. Roda-roda yang terserak di bawah jrmbatan itu tidak terkait dengan tragedi tersebut. Katanya dulu sengaja dipasang di sana untuk memperkuat konstruksi jembatan.

Mbah Karim adalah pensiunan pegawai kereta api di stasiun Kranggan Temanggung. Tugasnya dulu mengontrol jalur. Dengan bersemangat, ia menceritakan beberapa peristiwa di masa silam yg terkait dg stasiun warisan NIS tsb. Kini Mbah Karim menghabiskan masa pensiunnya bersama istri dn beberapa anak cucunya dg tetap merawat dan menghuni Stasiun Kranggan yg sudah non aktif. Sama sperti Jamu Ny. Meneer, ia mengaku lahir di thn 1918.

TEROWONGAN PHILIP/BATULAWANG 2 | Mulut Lubang dari Arah Kota Banjar | Jalur Mati Banjar - Cijulang

Terowongan Batulawang atau terowongan Philip yang memiliki panjang 283 meter merupakan terowongan rel pertama dari arah Banjar menuju Pangandaran. Meski paling dekat Banjar namun akses ke terowongan ini terbilang paling sulit karena hanya ada jalan setapak untuk menuju ke sana. Lubang terowongan sisi utara atau yang mengarah ke Banjar relatif lebih mudah dicapai karena kendaraan roda dua bisa mencapai di depan mulut terowongan. Bersama Om Bambang dan Misbah (Tedy HD dah balik Bandung) kami mengunjunginya ke sana. Selain terowongan kami mendapati bekas bak air dan bangunan untuk menancapkan tiang bendera yg menandakan dulu di lokasi ini terdapat kantor.
x

JEMBATAN 'SETENGAH CINCIN' Ranca Goong di Jalur Mati Ciwidey-Soreang Buat Shooting Film 'Oeroeg'

Sekitar setengah bagian jembatan ini bentuknya menyerupai jembatan 'Cincin' Jatinangor sehingga ada yang menyebutnya jembatan cincin juga. Tetapi karena setengah jadi saya sebut Setengah Cincin saja hehehehe. Sebagian besar orang menyebut jembatan ini Ranca Goong. Di atas jembatan itu terdapat 'safe area' yang di lantainya tertulis ANNO 1923.

Jembatan ini juga pernah digunakan lokasi syuting film 'Oeroeg' (Going Home) sebuah film yang diadaptasi dari novel terkenal berjudul sama karya penulis Belanda Hella S. Fillm drama yang dirilis tahun 1993 ini disutradarai sutradara Belanda Hans Hylkema.

Music:

BEKAS STASIUN GROBOGAN LUMAJANG | Peninggalan yg Mengenaskan

Stasiun ini terletak sekitar 200 meter dari kanan jalan raya dari Lumajang arah ke Probolinggo. Kondisinya terkesan mengenaskan.

Stasiun Grobogan merupakan stasiun kereta api mati (non aktif) yang terletak di Desa Grobogan, Kecamatan Kedungjajang, Lumajang. Stasiun ini merupakan salah satu stasiun pada jalur kereta api Klakah-Lumajang yang telah ditutup semenjak 1 Februari 1988.

Pada Agustus 2014 kondisi bangunan Stasiun Grobogan relatif masih berdiri kukuh, namun tidak terurus dan dijadikan sebagai gudang kayu bakar. Sementara jaringan rel beserta kelengkapan wesel dan persinyalannya telah habis tak bersisa. Bekas jalur relnya kini dijadikan jalan kecil (gang) antar kampung, namun di lokasi emplasemennya masih terlihat bekas dua jalur rel. Wikipedia.

TONGGAK2 KAYU EX JEMBATAN KERETA API SUNGAI PETAI | Riau Death Railway di Kampar Kiri Hilir

Jika kita mengeok di sisi kiri jalan saat melintas menuju arah Kota Pekanbaru dari arah Kampar di Kecamatan Kampar Kiri Hilir, tepatnya di Desa Sungai Petai, terlihat jembatan baru yang sejejar dengan jalan raya. Ternyata di bawah jembatan tersebut terdapat tonggak-tonggak kayu bekas pilar jembatan kereta api jalur maut Pekanbaru - Muaro Sijunjung. Sungai petai yang jernih membuat banyak warga sekitar khususnya anak-anak bermain dan berenang menyegarkan diri. Sayang di sini saya HAMPIR TERKENA RANJAU DARAT ulah orang-orang yang tidak bertanggung jawab!!!

MENCARI UJUNG REL GIGI | Jalur Bedono ke Stasiun Gemawang

Rel gigi yang bermula di Jambu Ambarawa dan melalui Stasiun Bedono kabarnya berakhir di Stasiun Gemawang. Ditemani oleh Beni Suryawan dr Komunitas Kota Toea Magelang saya mencoba untuk menelusurinya titik di mana jalur rel gigi berakhir.
x

TEROWONGAN REL BATULAWANG MULUT SISI SELATAN | Non Aktif & Tersembunyi Padahal Paling Dekat Banjar

Terowongan kereta api terdekat dari kota Banjar Jawa Barat adalah terowongan Batulawang. Kini terowongan yang dibangun pada 1914 ini telah mati. Meski paling dekat Kota Banjar namun terowongan sepanjang hampir 250 meter ini lokasinya cukup tersembunyi.

# Hari 58 Orang Rantai Sawahlunto

Kami sampai di Provinsi selanjutnya, Sumatera Barat. Kota Sawahlunto adalah tujuan kami yang terdekat. Dulu ada teman Bang Den yang tinggal dikota ini. Namanya Ryan.

***

Ikuti juga medsos Roadtrip Indonesia lainnya :




Kami menjual tshirt Roadtrip Indonesia untuk mensupport perjalanan kami.
Dengan harga Rp.125.000 belum termasuk ongkir.
Kalau kamu mau support kami silahkan klik link WA dibawah ini utk pemesanan tshirt atau stiker Roadtrip Indonesia.



Salam hangat.
Bang Den & Kak Beda.
x

Lobang Jepang Bukittinggi

Lobang jepang

PILAR BEKAS JEMBATAN JALUR REL MUARO - PEKANBARU DEATH RAILWAY | Padang Tarok Muaro Sijunjung Sumbar

Jalur maut atau Death Railway Muaro Sijunjung - Pekanbaru meninggalkan sisa bangunan salah satunya bekas jembatan kereta api yang membentang di sebuah sungai yang bermuara di Batang Kuantan di Padang Tarok Muaro Sijunjung. Besi konstruksi dan relnya sdh tak ada tinggal lima pilar empat masih berdiri satu tumbang diterjang arus sungai.

#2 Terowongan Wilhelmina - Kalipucang, Pangandaran

Terowongan Wilhelmina dibangun oleh perusahaan kereta api zaman Belanda, SS (Staats Spoorwegen) pada tahun 1914 dan mulai digunakan pada 1 Januari 1921. Nama Wilhelmina diambil dari nama seorang ratu dari Kerajaan Belanda yang memiliki nama lengkap Wilhelmina Helena Pauline Maria. Wilhelmina menjadi Ratu Kerajaan Belanda pada tahun 1890 hingga 1948.

Masyarakat setempat sering menyebut terowongan Wilhelmina dengan sebutan terowongan Sumber. Hingga pada 3 Pebruari 1981, dikarenakan matinya jalur kereta api Banjar-Cijulang maka mati pula terowongan ini dan tidak digunakan lagi. Alasannya adalah karena mahalnya biaya operasional dan sedikitnya pemasukan dari para penumpang kereta api di jalur itu.

Namun tahukah Anda sejarah menarik dan misterius dibalik pembangunan jalur kerata api ini?
Pembangunan terowongan Wilhelmina telah menyisakan kisah-kisah seru dan menyedihkan. Konon, pada tahun 1916, penggalian terowongan dan jembatan di daerah ini sempat terhenti karena tidak ada tenaga ahli yang mau bekerja di tempat ini.

Mereka beralasan selain medannya sulit, ada banyak pekerja yang meninggal karena tiba-tiba jatuh sakit. Namun, perusahaan kereta api Belanda terus berusaha menyelesaikan pembangunan jalur ini, sebab jalur ini sangat penting untuk mengangkut hasil bumi berupa kopra yang berlimpah di daerah tersebut.

Pembangunan jalur kereta api Banjar-Cijulang diusulkan oleh pihak swasta pada masa pemerintah Hindia Belanda. Terdapat berbagai argumentasi dan perdebatan tentang perlunya dibangun jalur kereta api ini. Latar belakang dari pengajuan pembangunan jalur kereta api tersebut yaitu kepentingan ekonomi. Di sekitar Banjar terdapat banyak perkebunan yang sangat memerlukan sarana transportasi memadai untuk proses pengangkutan. Semua perkebunan itu milik kalangan swasta dari Eropa.

Di samping itu, hasil pertanian yang melimpah di Priangan tenggara dan lembah Parigi merupakan pertimbangan lain di balik usul pembangunan jalur tersebut. Di kawasan itu banyak padi hasil panen petani yang sudah disimpan lebih dari enam tahun karena kesulitan dalam pengangkutan ke luar daerah. Ditambah lagi, di sepanjang jalur Banjar-Cijulang banyak tanah yang bisa dimanfaatkan sebagai sawah dan tegal.

Keberadaan jalur kereta api ini akhirnya menjadi tulang punggung sarana transportasi di wilayah Kabupaten Ciamis khususnya kawasan Banjar hingga Cijulang dan sekitarnya hingga dekade 1980-an.

Terowongan Wilhemina sangat lurus dan panjang. Dari ujung terowongan satu, kita bisa melihat ujung terowongan yang lain, berupa setitik cahaya. Saat berada di dalam terowongan yang gelap dan panjang, tak terbayangkan betapa beratnya pekerja memahat batuan keras sepanjang satu kilometer lebih ini.

Selain melewati terowongan, jalur ini juga melewati beberapa jembatan layang yang tinggi dan panjang, salah satunya jembatan Cikacepit. Jembatan ini juga menjadi mahakarya yang sangat mengagumkan. Jembatan seolah-olah menggantung di awang-awang.

Jembatan Cikacepit ini mempunyai panjang ±290 m dengan lebar 1.70 m dengan tinggi dari permukaan tanah sekitar 100 m tanpa pelindung di kiri-kanan jembatan. Pelindung untuk orang yang menyebrang justru adanya di bawah, sehingga orang harus meniti tangga lebih dulu.

Jalur ini dulu merupakan jalur yang sibuk. Panorama jalur ini sangat indah mulai dari pegunungan hingga laut. Setelah pada akhirnya ditutup, jalur ini sempat diperbaiki dan berberapa lokomotif seperti BB300 dan D301 sempat lewat jalur ini. Namun kemudian ditutup lagi saat krisis ekonomi yang melanda seluruh Asia. jalur dan bantalan yang baru pasang pun dibongkar.

Kini, kondisi terowongan ini sudah sangat memprihatinkan. Rel didalamnya sudah hilang, banyak rembesan air dan dipenuhi dengan rumput dan semak belukar. Padahal terowongan ini merupakan bukti sejarah yang seharusnya tetap terjaga. Selain menjadi bukti sejarah, terowongan ini juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat wisata sejarah.

Sumber : kereta-api.info
x

Terowongan Hendrik

MUSEUM EX-STASIUN SAWAHLUNTO SUMBAR | Jenguk Lokomotif E 10 MAK ITAM Nan Legendaris

Museum Kereta Api Sawahlunto adalah sebuah museum stasiun kereta api di Sawahlunto yang termasuk ke dalam Divisi Regional II Sumatera Barat, dan merupakan salah satu stasiun terminus yang ada di Sumatera Barat. Museum ini terletak di kelurahan Pasar, kecamatan Lembah Segar, kota Sawahlunto. Pada bulan Juni 2017 lalu tampak lokomotif uap E 10 Mak Itam yg tengah diperbaiki siap dijalankan kembali di sini.

Pada tanggal 17 Desember 2005, Stasiun Sawahlunto diubah fungsinya menjadi museum, dan diresmikan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Muhammad Jusuf Kalla. Wikipedia.

Dengan demikian, Indonesia memiliki tiga museum kereta api, dengan yang pertama ada di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah serta yang paling baru di Bondowoso Jawa Timur.

TEROWONGAN KEBASEN OLD & NEW Pt. 2/2 | Mulut Sisi Barat dr Arah Sta. Purwokerto

Saat ini penggalian terowongan rel kereta api baru Kebasen sudah berjalan namun hingga Juni 2017 baru sedalam sekitar 20 meteran di mulut sisi paling barat yang mengarah ke Purwokerto-Jakarta. Terowongan barunya sendiri berada dekat yakni di sisi utara terowongan lama. Selain akan dibuat dua jalur juga akan dibuat dua terowongan baru untuk menggantikan terowongan lama yang dibangun sekitar 1915 dan hanya memiliki satu jalur rel.

DETIK2 PENYELAMATAN KORBAN | Tabrak Honda Civic | KA SIBINUANG PADANG-PARIAMAN Vol. 3/4

Selasa 6 Juni 2017 saya naik KA Sibinuang dari Padang menuju Pariaman. Kereta lepas dari Stasiun Padang tepat pukul dua kurang seperempat waktu Indonesia Barat. Saat tiba di petak antara Stasiun Pauh Kambar dan Stasiun Kurai Taji mendadak kereta api terasa menabrak sesuatu dan berhenti. Ternyata kereta api Sibinuang telah menerjang mobil sedan Honda Civic berpenumpang tiga orang tengah menyeberang rel di perlintasan tak berpalang pintu. Meski mobil remuk namun tiga penumpang berhasil dievakuasi dan tampaknya tidak mengalami luka parah. Inilah video detik-detik setelah kejadian tersebut.

I created this video with the YouTube Video Editor (

MENCARI EX-KAMP [STASIUN] MUARO di MUARO SIJUNJUNG | Titik Awal Muaro - Pekanbaru Death Railway

Titik awal jalur kereta api Death Railway Muaro-Pekanbaru adalah di Stasiun Muaro di Kabupaten Muaro Sijunjung Sumatera Barat. Oleh Jepang area di stasiun ini disebut sebagai Kamp Muaro sebagai salah satu pusat pembangunan jalur kereta api ke arah Pekanbaru sepanjang 220 km yang membawa korban nyawa ribuan orang... bahkan puluhan ribu orang romusha. Bangunan stasiunnya masih berdiri hingga kini meski kondisinya cukup mengenaskan.

Shares

x

Check Also

x

Menu